Ada orang yang baru meraih kesuksesan, kemapanan, dan limpahan harta setelah usianya melewati setengah abad. Rumah megah, kendaraan mewah, tabungan berlimpah, semua telah Allah berikan. Namun, saat itu tiba, ternyata banyak kenikmatan yang justru telah pergi.
Makan ini, tekanan darah naik. Makan itu, kolesterol melonjak. Yang lain memicu asam urat kambuh. Minum yang manis, gula darah meningkat. Bahkan untuk mengunyah makanan saja mulai kesulitan karena gigi telah banyak yang tanggal atau goyang.
Keinginan masih ada, tetapi tenaga tak lagi sama. Semangat masih tersisa, namun fisik tak lagi mendukung. Harta yang dahulu diimpikan akhirnya hanya bisa dipandang, sementara kemampuan untuk menikmatinya semakin berkurang.
Karena itu, jangan hanya bersyukur saat Allah memberi kekayaan. Bersyukurlah ketika Allah masih menganugerahkan kesehatan, kekuatan, dan tubuh yang masih mampu menikmati nikmat-Nya.
Sebab sehat adalah nikmat yang sering diremehkan, padahal nilainya jauh lebih mahal daripada harta yang bertumpuk.
Jangan menunda beribadah, bersedekah, berbuat baik, dan menikmati rezeki yang halal hingga menunggu "nanti kalau sudah kaya". Belum tentu ketika kekayaan itu datang, tubuh kita masih mampu menikmatinya.
Semoga Allah menjaga kesehatan kita, memberkahi rezeki kita, dan menjadikan keduanya sebagai sarana untuk taat kepada-Nya.