Jangan-jangan selama ini jari kita lebih sering berdoa daripada hati kita.
Kita tinggal klak-klik, pilih stiker Aamiin, Barakallahu fiik, Jazakallahu khairan, atau MasyaAllah, lalu kirim.
Padahal Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai.
Tidak ada larangan menggunakan stiker. Semua kembali kepada niat. Namun, tentu lebih afdhal jika ungkapan kebaikan itu juga kita ucapkan atau ketikkan sendiri. Minimal, kita mengucapkannya sekali, agar kita sadar bahwa kita sedang berdoa.
Ketika mengucapkan “Aamiin”, kita sadar bahwa kita sedang mengaminkan doa. Ketika mengucapkan “Barakallahu fiik”, kita sadar bahwa kita sedang mendoakan saudara kita.
Sedangkan ketika hanya klak-klik, pilih stiker, lalu kirim, jangan-jangan jari kita sudah mengirimkan doa, tetapi kita sendiri tidak merasa sedang berdoa.
Bukan tentang boleh atau tidak boleh menggunakan stiker. Ini tentang menghadirkan hati.
Sebab jangan sampai yang bergerak hanya jari, sementara lisan dan hati tidak mengikutinya.
Doa bukan sekadar tulisan yang terkirim.
Doa adalah permohonan yang semestinya lahir dari hati yang hadir.
Faedah dari :
https://www.youtube.com/watch?v=EmW-F_5ilbo (Ust. Ahmad Sabiq, Lc)
https://www.youtube.com/watch?v=QAT_B9PC7DU (Ust. Muhammad Umar as Sewed)