Belakangan ini, tidak sedikit di antara kita yang sedang merasakan beratnya keadaan dalam menjalankan usaha.
Ada yang penjualannya menurun drastis. Ada yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan. Ada yang akhirnya harus menutup usaha yang telah lama dijalankan, lalu mencoba bangkit dengan memulai usaha yang lain.
Semoga Allah menguatkan setiap hati yang sedang diuji dengan keadaan seperti ini.
Sebab kita tahu, mencari nafkah tidak selalu berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Ada masa ketika usaha tumbuh dan rezeki terasa lapang, namun ada pula masa ketika semuanya terasa begitu berat.
Ketahuilah, kesulitan ini bukan berarti Allah meninggalkan kita.
Bisa jadi ini adalah bagian dari ujian kehidupan, sekaligus kesempatan bagi kita untuk kembali menguatkan tawakal, memperbaiki ikhtiar, dan semakin dekat kepada Allah.
Yang terpenting, dalam keadaan sesulit apa pun, jangan sampai kesempitan rezeki membuat kita menempuh jalan yang Allah haramkan.
Jangan sampai karena ingin keluar dari kesulitan, kita mengambil pinjaman riba.
Jangan sampai karena mengejar keuntungan, kita mulai berbohong kepada pembeli, menyembunyikan cacat barang, mengurangi timbangan, memanipulasi transaksi, atau mengambil hak orang lain.
Jangan sampai kesulitan ekonomi membuat kita mencari penghasilan dari perkara yang haram, melakukan penipuan, menerima suap, atau mengambil jalan pintas yang mengorbankan halal dan haram.
Sebab kita harus selalu mengingat bahwa rezeki berada di tangan Allah.
Allah Ta'ala berfirman:
“Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.” (QS. Al-Baqarah: 212)
Jika Allah menghendaki seseorang mendapatkan rezeki, tidak ada seorang pun yang mampu menghalanginya. Dan jika Allah menahan sesuatu dari seseorang, tidak ada seorang pun yang mampu memberikannya kecuali dengan izin-Nya.
Maka jangan karena takut kehilangan rezeki, kita justru melakukan sesuatu yang membuat Allah murka.
Boleh jadi usaha kita sedang jatuh, tetapi jangan sampai iman kita ikut jatuh.
Boleh jadi omzet kita berkurang, tetapi jangan sampai kejujuran kita ikut berkurang.
Boleh jadi kita harus memulai kembali dari nol, tetapi jangan sampai kita memulai kehidupan baru dengan sesuatu yang haram.
Teruslah berikhtiar. Cari jalan keluar yang halal. Belajar usaha yang baru. Perbaiki strategi. Kurangi pengeluaran. Bersabar dan perbanyak doa.
Kita tidak tahu dari pintu mana Allah akan membukakan rezeki.
Yang kita tahu, tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin, menjaga kehalalan, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Semoga Allah melapangkan rezeki setiap saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, mengganti setiap kehilangan dengan sesuatu yang lebih baik, dan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan.
Jangan biarkan kesulitan dunia membuat kita kehilangan keselamatan akhirat.
Tetaplah berikhtiar. Tetaplah jujur. Tetaplah sabar. Dan tetaplah percaya bahwa bersama Allah, selalu ada jalan.