Dulu, memakai celana cingkrang dianggap aneh. Tidak sedikit yang mencemooh, bahkan ketika disampaikan bahwa itu bagian dari sunnah, mereka tidak terlalu peduli. Memelihara jenggot pun demikian. Karena belum menjadi sesuatu yang umum, maka dianggap asing.
Namun ketika model yang serupa kemudian populer di kalangan orang-orang kafir, tiba-tiba banyak yang menyukainya. Yang dahulu dianggap aneh, sekarang dianggap keren. Yang dahulu dicemooh, kini justru diikuti.
Dari sini kita belajar, bahwa penilaian manusia sering berubah mengikuti tren, sedangkan kebenaran tidak berubah mengikuti selera manusia.
Jangan mencintai sunnah karena ia sedang populer, dan jangan meninggalkannya hanya karena dianggap asing. Kita mengikuti sunnah karena ia adalah sunnah, bukan karena banyak orang menyukainya.
Sebab sesuatu yang hari ini dianggap aneh, bisa jadi suatu saat menjadi tren. Tetapi sunnah tetaplah sunnah, baik ketika manusia menerimanya maupun ketika mereka mencemoohnya.
Jangan menunggu sunnah menjadi tren untuk kemudian kita mencintainya.