Kajian Ilmiah

3 majelis ilmu yang ramai di awal, sepi di pertengahan dan...?

Jangan heran kalau majelis yang membahas tauhid dan akidah hanya dihadiri sedikit orang.

Jangan heran kalau belajar bahasa Arab yang awalnya ramai, beberapa bulan kemudian tinggal segelintir orang.

Jangan heran kalau majelis tahsin yang mengajarkan cara membaca Al-Qur'an dengan benar, perlahan mulai kehilangan pesertanya.

Sebab ternyata, tidak semua orang kuat istiqamah dalam menuntut ilmu yang membutuhkan kesabaran.

Awalnya semangat. Namun ketika kajian mulai masuk pembahasan kitab yang lebih serius, mata mulai berat, kantuk datang, hati mulai bosan, lalu muncul berbagai alasan.

"Nanti saja."
"Pekan depan insyaAllah hadir."
"Lagi banyak pekerjaan."

Sampai akhirnya, yang tadinya ramai menjadi sepi.

Padahal yang dipelajari adalah tauhid; ilmu tentang bagaimana seorang hamba mengenal Rabb-nya dan beribadah hanya kepada-Nya.

Yang dipelajari adalah bahasa Arab, agar kita memiliki sarana untuk memahami Al-Qur'an, Sunnah, dan kitab-kitab para ulama.

Yang dipelajari adalah tahsin, agar bacaan Al-Qur'an yang keluar dari lisan kita semakin benar.

Ironisnya, kita bisa begitu sabar mengikuti sesuatu yang tidak menambah bekal akhirat. Bisa berjam-jam menonton, scrolling, dan mengulang-ulang konten yang sama.

Tetapi untuk duduk satu atau dua jam di majelis ilmu...

kita kalah oleh rasa kantuk.

Mungkin bukan ilmunya yang membosankan.

Mungkin hati kita yang belum cukup mencintai ilmu.

Menuntut ilmu tidak selalu terasa menyenangkan. Ada saatnya kita harus memaksa diri untuk hadir, duduk, melawan kantuk, menyelesaikan satu kitab, dan terus belajar meskipun yang lain mulai berhenti.

Karena istiqamah tidak selalu terasa nyaman.

Jangan ukur kemuliaan sebuah majelis hanya dari jumlah jamaahnya.

Bisa jadi majelis yang hanya dihadiri beberapa orang justru menjadi tempat orang-orang yang sedang bersungguh-sungguh mencari bekal untuk akhiratnya.

Maka kalau hari ini majelis ilmu yang kita ikuti mulai sepi, jangan ikut pergi.

Kalau tinggal sedikit yang bertahan, jadilah salah satunya.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang mencintai ilmu, bersabar dalam mencarinya, dan istiqamah mengamalkannya. ????