Pendidikan Islam

Sekolah yang Baik Tetap Butuh Orang Tua yang Waspada

Banyak dari kita adalah produk sekolah negeri, sehingga tahu betul bagaimana fenomena pacaran begitu masif terjadi di sana. Terlebih di zaman sekarang, ketika teknologi, media sosial, tontonan, dan budaya luar begitu kuat memengaruhi generasi muda. Berbagai bentuk kemaksiatan semakin mudah diakses, bahkan sering kali dinormalisasi.

Hal ini bukan sesuatu yang sulit dipahami. Interaksi yang intens antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) setiap hari dalam waktu yang panjang, apabila tidak diiringi dengan penjagaan diri dan batasan-batasan syariat, dapat menjadi salah satu faktor yang membuka pintu fitnah hingga akhirnya banyak yang terjerumus ke dalam pacaran dan berbagai bentuk maksiat lainnya.

Namun, perlu diingat bahwa kemaksiatan bukan hanya terjadi di sekolah negeri. Di sekolah Islam, bahkan di sekolah yang berusaha menerapkan manhaj salaf sekalipun, hal itu tetap bisa terjadi. Sebab, pelakunya adalah individu yang menyimpang, bukan karena nama atau label lembaganya.

Demikian pula pelecehan seksual tidak mengenal manhaj, madzhab, atau nama lembaga. Di mana pun, hal itu berpotensi terjadi apabila ada individu yang menyalahgunakan amanah dan lemahnya pengawasan. Karena itu, jangan sampai rasa percaya membuat kita lengah. Tetaplah waspada, dampingi anak-anak kita, bangun komunikasi yang baik, dan ajarkan mereka untuk menjaga diri serta berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan sesuatu yang tidak semestinya.

Karena itu, jangan merasa aman hanya karena memilih sekolah tertentu. Memilih lingkungan yang baik adalah ikhtiar yang penting, tetapi pengawasan, pendidikan, keteladanan, dan doa dari orang tua tetap tidak boleh ditinggalkan. Semoga Allah menjaga anak-anak kita dari zina dan segala sebab yang mengantarkannya, dari penyimpangan seksual seperti LGBT, serta dari seluruh bentuk kemaksiatan. Semoga Allah meneguhkan mereka di atas iman dan mengistiqamahkan mereka hingga akhir hayat.