Banyak di antara kita yang sudah datang lebih awal ke masjid untuk shalat berjamaah, namun justru enggan mengisi shaf pertama.
Padahal, shaf pertama memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk berlomba mengisinya.
Kalau dipikir-pikir, dalam urusan dunia saja kita memahami pentingnya berada di barisan depan. Di lingkungan pendidikan misalnya, mereka yang duduk di bangku paling depan sering lebih fokus, lebih mudah menyerap pelajaran, dan lebih diperhatikan.
Lalu mengapa dalam urusan akhirat kita justru enggan berada di barisan terdepan?
Tidak sedikit yang sudah datang lebih awal ke masjid. Bahkan ada yang memilih mengerjakan shalat sunnah di shaf-shaf belakang, padahal shaf pertama masih kosong. Ketika iqamah dikumandangkan, ia harus berjalan maju untuk mengisi shaf depan. Akibatnya, saat imam bertakbir memulai shalat, ia belum berada di dalam shaf. Keutamaan shaf pertama pun terlewat, bahkan ada yang menjadi masbuk karena tidak sempat mengikuti takbiratul ihram bersama imam.
Sungguh disayangkan, sudah berjuang datang lebih awal ke masjid, tetapi kehilangan keutamaan shaf pertama dan takbiratul ihram bersama imam hanya karena menunda beberapa langkah menuju shaf.
Maka, jika Allah telah memberi kita kesempatan datang lebih awal ke masjid, jangan sia-siakan. Jika shaf pertama masih kosong, bersegeralah mengisinya, bahkan saat mengerjakan shalat sunnah sekalipun. Bersiaplah sebelum iqamah dikumandangkan, agar ketika imam bertakbir kita telah berada di tempat terbaik untuk menyambut shalat berjamaah. Jangan sampai kita kehilangan keutamaan yang besar hanya karena kelalaian yang sebenarnya bisa dihindari.