Ada yang bilang, "Kalau miskin dibilang Wahabi. Kalau kaya dipanggil Ustaz.".. :)
Entah benar atau tidak, tapi memang begitulah sebagian manusia. Ketika Allah melapangkan rezeki, ucapan sering kali lebih mudah didengar. Apalagi kalau sesekali traktir kopi atau makan bersama.
Yang dulu paling semangat memberi label, sekarang paling semangat bilang,
"MasyaAllah, antum memang ilmunya dalam.".. :)
Karena itu, jika Allah memberi kita kelapangan harta, jangan hanya dipakai untuk memperluas kenyamanan hidup. Jadikan ia sebagai sarana dakwah. Gunakan untuk memuliakan tamu, membantu saudara, mendukung majelis ilmu, dan membuka pintu-pintu kebaikan.
Sebab, jika dengan harta sebagian orang lebih mudah membuka telinga untuk mendengar nasihat, maka manfaatkan nikmat itu untuk mengajak mereka kepada kebenaran, bukan untuk mencari pujian.
Dan bagi yang Allah belum lapangkan hartanya, jangan berkecil hati. Kebenaran tidak bergantung pada tebalnya dompet. Tetaplah bersabar dan istiqamah. Allah-lah yang membolak-balikkan hati manusia.