Pendidikan Islam

Di Antara Batu Bata Itu, Ada Harapan yang Tak Sampai.

Beberapa waktu lalu, ada seorang ikhwah yang bercerita.

Dulu, ketika ada sebuah yayasan menggalang dana untuk membangun sekolah sunnah, ia termasuk orang yang sangat bersemangat membantu. Tidak ada paksaan, tidak ada iming-iming. Donasinya murni sukarela, bahkan identitas para penyumbang tidak diketahui. Ia menyisihkan sebagian hartanya dengan ikhlas, sesuai kemampuannya.

Namun, di balik keikhlasan itu, tersimpan sebuah harapan yang sangat sederhana.

"Semoga nanti anak-anak kami bisa belajar di sana. Kalaupun tidak gratis, setidaknya biayanya masih bisa dijangkau oleh orang-orang seperti kami yang ikut berjuang membangunnya."

Ia pun bekerja lebih keras, berharap dapat terus berkontribusi agar sekolah itu segera berdiri.

Akan tetapi, setelah sekolah tersebut berdiri, kenyataannya tidak seperti yang ia bayangkan.

Biaya pendidikannya ternyata sangat tinggi, hingga di luar kemampuan dirinya. Jangankan gratis, untuk mendaftarkan anaknya saja terasa mustahil.

Akhirnya, ia hanya bisa memandang dari jauh sekolah yang dahulu ikut ia bangun dengan hartanya. Bukan karena ia menuntut balasan atas donasinya, tetapi karena harapan yang selama ini ia simpan ternyata tidak menjadi kenyataan.

Tentu setiap yayasan memiliki pertimbangan dalam menentukan biaya pendidikan, seperti biaya operasional, gaji tenaga pendidik, dan menjaga kualitas pembelajaran. Namun, kisah ini menjadi renungan bagi kita semua.

Alangkah indahnya jika sejak awal pembangunan telah dipikirkan pula bagaimana agar sekolah tersebut dapat diakses oleh berbagai lapisan kaum muslimin. Sebab, boleh jadi di antara batu bata yang berdiri, ada harta seorang buruh, pedagang kecil, atau pekerja harian yang bercita-cita agar anaknya kelak bisa merasakan pendidikan di sana.

Jangan sampai ada orang yang ikut membangun sekolah dengan hartanya, tetapi ketika sekolah itu berdiri, anaknya sendiri tidak mampu menuntut ilmu di dalamnya.

Semoga Allah memberikan keberkahan kepada sekolah-sekolah Islam, melapangkan rezeki para pengelolanya, dan memudahkan hadirnya lebih banyak beasiswa serta keringanan biaya, sehingga pendidikan yang baik dapat dirasakan oleh seluruh kaum muslimin, termasuk mereka yang dahulu ikut berjuang membangunnya.