Kita sering menikmati dakwah dengan begitu mudah. Tinggal membuka ponsel, kita bisa mendengarkan kajian. Tinggal membuka aplikasi, kita bisa membaca ilmu. Tinggal datang ke masjid, kita bisa duduk di majelis dan mendengarkan nasihat.
Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: apa yang dibutuhkan agar semua itu bisa sampai kepada kita?
Karena di balik mudahnya kita mendapatkan ilmu, ada orang-orang yang mengorbankan harta, waktu, tenaga, bahkan meninggalkan keluarga mereka demi tersampaikannya dakwah.
Kami mengenal seorang ustadz yang juga memiliki keahlian di bidang IT. Beliau mengembangkan sebuah aplikasi dakwah secara mandiri yang membutuhkan biaya operasional lebih dari 20 juta rupiah setiap bulannya. Beliau juga membangun sekolah gratis sekaligus menanggung gaji para pengajarnya. Semua itu beliau biayai dari uang pribadinya.
Ada pula aplikasi yang mungkin tidak asing bagi kita, yaitu HijrahAPP. Sebagian besar dari kita mungkin mengetahui, atau setidaknya bisa membayangkan, berapa biaya yang dibutuhkan setiap bulannya agar sebuah aplikasi dakwah tetap berjalan dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.
Bukan hanya itu. Seorang ustadz yang datang ke suatu tempat untuk menyampaikan kajian pun membutuhkan pengorbanan yang tak kalah besar. Ada biaya perjalanan, bahan bakar, waktu, dan berbagai kebutuhan lainnya. Beliau juga meninggalkan anak dan istri untuk menghadiri majelis dan menyampaikan ilmu. Bahkan, tidak sedikit ustadz yang ketika diberikan uang transportasi atau bentuk pemberian lainnya justru menolaknya karena tidak ingin mengambilnya.
Di balik sebuah kajian, aplikasi, sekolah sunnah, buku, atau berbagai sarana dakwah lainnya, ada harta, waktu, tenaga, dan keahlian yang dikorbankan.
Karena itu, berdakwah dan berkontribusilah sesuai dengan kemampuan yang Allah berikan kepada kita.
Ada yang Allah mudahkan dengan hartanya, sehingga mampu membangun sekolah sunnah gratis. Ada yang Allah mudahkan dengan ilmunya, sehingga bisa mengajarkan ilmu. Ada yang Allah mudahkan dengan keahliannya, sehingga bisa membuat aplikasi atau membantu dari sisi teknis. Ada pula yang Allah mudahkan dengan tenaga dan waktunya.
Kemampuan kita berbeda-beda, tetapi semuanya bisa menjadi jalan kebaikan.
Jika Allah memberikan harta, gunakan sebagian untuk dakwah. Jika Allah memberikan ilmu, ajarkan. Jika Allah memberikan keahlian, manfaatkan. Jika Allah memberikan tenaga dan waktu, berikan untuk membantu.
Jangan hanya menikmati dakwah yang sudah tersedia, tanpa menyadari bahwa ada orang-orang yang telah mencurahkan harta, waktu, tenaga, dan pikirannya agar dakwah itu sampai kepada kita.
Bisa jadi, dakwah yang hari ini terasa mudah kita nikmati, berdiri di atas pengorbanan orang lain yang tidak pernah kita lihat.
Semoga Allah membalas setiap pengorbanan para da'i, ustadz, guru, dan seluruh orang yang berkhidmat untuk dakwah dengan sebaik-baik balasan. Semoga Allah menerima amal mereka, memberkahi harta dan waktu mereka, menjaga keluarga mereka, serta menjadikan setiap ilmu yang tersebar melalui usaha mereka sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.