Pendidikan Islam

Jangan Jadikan Majelis Ilmu Tempat Menghabiskan Sisa Energi

Rasanya tidak adil jika sisa-sisa waktu yang kita miliki disisihkan untuk menghadiri majelis ilmu. Badan sudah lelah, mata mengantuk, pikiran tidak lagi fokus, sehingga ilmu yang disampaikan pun sulit meresap.

Lalu, apakah kita sudah adil kepada Allah? Bukankah mengenal agama-Nya adalah kebutuhan terbesar dalam hidup kita?

Padahal untuk urusan dunia, kita rela datang lebih awal, menjaga stamina, dan memberikan perhatian penuh. Namun ketika menghadiri majelis ilmu, sering kali yang tersisa hanyalah tenaga yang hampir habis.

Karena itu, persiapkanlah diri sebelum berangkat ke majelis ilmu. Jika memungkinkan, tidurlah sejenak sepulang kerja, mandi agar tubuh kembali segar, minum secangkir kopi jika diperlukan, dan berangkatlah lebih awal dengan hati yang siap menerima nasihat. Jangan sampai majelis ilmu hanya mendapatkan sisa tenaga kita, padahal ia adalah jalan menuju ridha Allah dan surga-Nya.

Lebih disayangkan lagi, ketika sudah berada di majelis ilmu kita datang tanpa membawa buku catatan, tidak mencatat faedah-faedah yang disampaikan, duduk bersandar dengan santai, bahkan terkadang mata mulai terpejam. Padahal para ulama terdahulu menempuh perjalanan jauh, menahan lapar, dan bersusah payah hanya untuk mendapatkan satu hadits atau satu faedah ilmu. Adab dan kesungguhan dalam menuntut ilmu adalah bagian dari keberkahan ilmu itu sendiri.

Apa yang bisa kita peroleh jika menghadiri majelis dengan kondisi seperti itu? Tentu Allah tetap memberi pahala atas niat dan langkah kita. Namun alangkah baiknya jika kita juga berusaha menghadirkan hati, pikiran, dan tubuh yang siap menerima ilmu.

Semoga Allah menjaga guru-guru kita, memberikan pahala yang sebesar-besarnya atas kesabaran dan keistiqamahan mereka dalam mengajarkan ilmu, serta menganugerahkan surga-Nya kepada mereka. Aamiin.