Entah mengapa, akhir-akhir ini kami sering merindukan suasana yang dulu.
Suasana ketika pertama kali mengenal majelis ilmu di kota ini. Sebuah mushalla yang selalu dipenuhi wajah-wajah yang haus akan ilmu. Datang lebih awal agar mendapat tempat, duduk rapat mendengarkan nasihat, lalu berbincang hangat setelah kajian seakan semua adalah keluarga.
Saat itu, semangat menuntut ilmu begitu terasa.
Kini...
Mushalla yang dulu ramai perlahan menjadi lengang. Wajah-wajah yang dahulu selalu hadir, satu per satu tak lagi terlihat. Yang tersisa hanya beberapa orang yang masih berusaha bertahan.
Padahal ustadznya masih mengajar. Kajiannya masih membahas Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tempatnya pun masih sama.
Yang berubah, mungkin adalah hati-hati kita.
Sungguh, kami rindu suasana yang dulu.
Rindu melihat saf-saf yang penuh. Rindu mendengar suara mushalla yang ramai sebelum kajian dimulai. Rindu melihat saudara-saudara yang dahulu berjuang bersama, saling menguatkan dalam ketaatan.
Semoga kerinduan ini bukan sekadar nostalgia, tetapi menjadi sebab Allah menghidupkan kembali semangat kita untuk menghadiri majelis ilmu, menghidupkan kembali mushalla-mushalla dengan ilmu, dan mengumpulkan kembali saudara-saudara kita di atas sunnah.
Karena sesungguhnya, yang paling menyedihkan bukanlah mushalla yang sepi.
Melainkan hati yang dulu begitu mencintai majelis ilmu, namun kini tak lagi merasa rindu untuk kembali.